Selasa, 26 Juli 2011

STPI CURUG

 

Selamat datang di Website Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia


 
 Puji Syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan AnugerahNya, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia telah memasuki usia yang ke 59 semenjak berdirinya tahun 1952, dan berumur 11 tahun pada tahun 2011 ini semenjak dikukuhkannya sebagai Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 43 tahun 2000.
Selama kurun waktu lebih dari setengah abad, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia telah berperan aktif dalam usaha mencerdaskan bangsa dengan mendidik dan mencetak tenaga ahli di bidang penerbangan sipil dalam berbagai profesi, dengan  jurusan : 
                                       Penerbang,
                                       Teknik Penerbangan,
                                       Keselamatan Penerbangan,
                                       Manajemen penerbangan .
Di era globalisasi ini, arus informasi semakin mudah diakses melalui berbagai media, termasuk website. Hal ini berdampak pada semakin ketatnya persaingan dalam bebagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Oleh karena itu, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas agar masyarakat luas lebih mudah mendapatkan informasi mengenai Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.
Indonesia yang terdiri dari kepulauan yang terbesar di garis katulistiwa dengan jumlah lebih dari 17.000 pulau, memiliki Bandar Udara lebih dari 300 bandara sehingga sangat membutuhkan SDM penerbangan yang prima, profesional dan dapat di handalkan serta memiliki etika yang baik, maka STPI adalah lembaga pendidikan untuk membina, mendidik putra-putri bangsa, yang tangguh, handal dan dapat meningkatkan taraf hidup Bangsa Indonesia serta membantu dan meningkatkan perekonomian Indonesia
Kami berharap semoga informasi yang disajikan pada situs ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selamat mengunjungi Website STPI http://WWW.stpicurug.ac.id.

 
Ketua STPI,

Profil

pesawat terbang 1.jpg
Pesawat Latih

lab B.inggris.jpg
Lab. Bahasa Inggris






Image00003.jpg
Pintu Gerbang Asrama Taruna STPI
Image00052.jpg
Seragam Taruna STPI

Image00029.jpg
Apel Pagi
Image00001.jpg
Asrama STPI

 

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia - Curug (STPI Curug) merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia. STPI  Curug terletak di Kecamatan Legok Kewedanaan Curug Kabupaten Tangerang Propinsi Banten.

STPI Curug memiliki tugas dan fungsi mendidik putra putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang diakui secara nasional maupun internasional.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya STPI Curug memiliki 4 (empat) jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Penerbang, Jurusan Teknik Penerbangan, Jurusan Keselamatan Penerbangan dan Jurusan Manajemen Penerbangan. Setiap jurusan pendidikan terbagi dalam beberapa program studi sesuai dengan minat dan bakat peserta pendidikan dan pelatihan.

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh STPI Curug mangacu pada standar nasional (Departemen Pendidikan Nasional RI) dan internasional (International Civil Aviation Organization = ICAO), sehingga diharapkan setiap lulusan STPI Curug mampu untuk bersaing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pola pendidikan dan pelatihan bagi setiap peserta didik, mengacu pada pola pendidikan akademis, fisik, mental dan kedisiplinan. Sehingga diwajibkan bagi setiap peserta didik untuk tinggal di Asrama selama diklat berlangsung dengan pengawasan para pembimbing.

Sejarah

Didirikan di Jakarta, tepatnya di daerah Gempol-Kemayoran pada tahun 1952, institusi pendidikan ini semula diberi nama Akademi Penerbangan Indonesia (API). Pada tahun 1954 API dipindahkan dari Jakarta ke kampusnya yang baru, di wilayah kecamatan Legok, Tangerang (lebih dikenal oleh masyarakat penerbangan dengan kampus Curug).
    
Pada tahun 1969, Akademi Penerbangan Indonesia (API) berubah nama menjadi Lembaga Perhubungan Udara (LPPU). Pada tahun 1978, lembaga pendidikan ini  berubah  nama menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan.
Pada tahun 2000 PLP berubah nama menjadi Seklah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), hingga saat ini. Keberadaan STPI didasari oleh Keputusan Presiden RI dan Menteri Perhubungan sebagai berikut :
  1. Keputusan  Presiden  RI nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah TInggi Penerbangan Indonesia.
  2. Keputusan  Menteri  Perhubungan  nomor  64  tahun 2000 tanggal 21 Agustus   2000  tentang  Organisaisi   dan   tata    kerja   Sekolah    Tinggi   Penerbangan  Indonesia.
  3. Keputusan Menteri Perhubungan nomor SK. 29/DL.003/Diklat-2001 tanggal 29 Januari 2001 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.
 

Visi

Menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional dan internasional untuk menuju pusat keunggulan (Centre of Excellence) yang berstandar internasional

Misi

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang memiliki iman dan taqwa, berkualitas internasional, mampu, bersaing, mandiri dan profesional

Tujuan

Membentuk manusia penerbangan Indonesia yang ahli dan terampil dalam bidangnya, memiliki sikap sesuai Lima Citra Manusia Perhubungan, memiliki jiwa korsa yang tinggi, berbudi pekerti luhur, memiliki kesadaran bertanggungjawab dalam pengembangan dunia penerbangan dan mewujudkan keselamatan penerbangan serta siap memangku jabatan negara atau jabatan dalam organisasi penerbangan



Unsur Pimpinan

Ketua SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA
Ir. MARYATI KARMA, MM
Pembantu Ketua I Bidang Akademik
Capt. YUFRIDON GANDOZ SITUMEANG, SE, SSiT, MM
Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum
Drs. AMINARNO BUDI PRADANA, SSiT, MM
Pembantu Ketua III Bidang Ketarunaan
Drs. A. NUGROHO BUDI RUKISMAN, SSiT, MT

Unsur Pimpinan Administratif

Kepala Bagian Administrasi Umum
Ir. BAMBANG WIJAYA PUTRA, MM
Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
MT. NURHUDA
Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian
ROHADI, SE, MM
Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Humas
Drs. ARWAN ARUCHYAT
Kepala Sub Bagian Keuangan
H. ERLAND FIRDAUS, SIP, MSi
Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan
Drs. DJUDJUR PRASODJO, SSiT
Kepala Sub Bagian Administrasi Pendidikan
LILIS KURNIANINGSIH, SE
Kepala Sub Bagian Administrasi Tenaga Kependidikan
BENNY SUHERMAN, SSiT, SE
Kepala Sub Bagian Administrasi Kerjasama dan PKN
Ir. AHMAD KOSASIH, SSiT, MT
Kepala Sub Bagian Administrasi Taruna dan Alumni
HELMI HAMBALI, SE

Unsur Pimpinan Penunjang

Kepala Kelompok Dosen
Drs. AMINARNO BUDI PRADANA, SSiT, MM
Kepala Unit Bengkel Perawatan Pesawat udara
Ir. M. SUBIYAT WIRANATA KUSUMAH, SSiT
Kepala Unit Teknik Umum
Ir. NURHEDHI DESRYANTO, SSiT, MM
Kepala Unit Kesehatan
dr. DEWI ASTUTI, MKK
Kepala Unit Alat Peraga dan Laboratorium
ANDUNG LUWIHONO, ST, SSiT, MM
Kepala Unit Keselamatan dan Keamanan Terbang
Capt. ARSANTO NOOR WAHYU, SE
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Drs. IGK. RAI DARMAJA, SSiT
Kepala Unit Asrama
PARJAN, SSiT, MT
Kepala Unit Fasilitas Umum
TOHARI, SSiT
Kepala Unit Bimbingan Taruna
MARDIYONO, SSiT, ST
Kepala Unit Teknologi Informatika
ERWIN KURNIADI, SSiT, ST, MM
Kepala Unit Olah Raga dan Seni
Drs. KHUSNUL FAOJI
Kepala Unit Perpustakaan dan Dokumentasi
Ir. SUSE LAMTIAR SIMBOLON
Kepala Unit Ketentraman dan Ketertiban Kampus
Drs. HARMAN SUDJANTO, S.SiT, MM

Unsur Pimpinan Pelaksana

Ketua Jurusan Penerbang
Capt. AHMAD HARIRI, ST
Sekretaris Jurusan Penerbang
DODY WAHYU WIDODO
Ketua Jurusan Teknik Penerbangan
Drs. SIHONO, SSiT
Sekretaris Jurusan Teknik Penerbangan
Ir. IKA INDRAWIJAYA
Ketua Jurusan Keselamatan Penerbangan
DJOKO DJATMOKO, SSiT
Sekretaris Jurusan Keselamatan Penerbangan
ENDANG SUGIHARTI, SE
Ketua Jurusan Manajemen Penerbangan
IBNU HERMAWAN, ST, S.IP, M.Si
Sekretaris Jurusan Manajemen Penerbangan
IRWAN FAIZAL, SKom, M.Si



Lambang STPI




























Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia memiliki lambang berbentuk Burung Rajawali yang membawa perisai yang menggantung di dadanya serta mencekram sehelai pita yang bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI yang berarti mengabdi untuk persatuan, berwarna kuning emas yang sedang terbang mengarungi angkasa luas menggambarkan STPI Curug adalah lembaga yang dinamis dan senantiasa mengembangkan diri ke arah yang lebih sempurna.

Filosofi Visual
Filosofi visual lambang terdiri dari tiga bagian dengan makna sebagai berikut :
  1. Burung Rajawali
    • Sayap kiri lima helai : menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua
    • Sayap kanan lima helai : menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan
    • Ekor lima helai : menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila
    • Pangkal ekor lima helai : menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan  kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila menyiratkan pedoman pembinaan STPI yaitu menciptakan manusia yang memiliki jiwa korsa dan mencerminkan Lima Citra Manusia Perhubungan
  2. Perisai yang menggantung di leher burung rajawali, yaitu:
    1. Tulisan SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA
    2. Kuncup bunga melati di tengah-tengah yang terdiri dari tiga helai daun bunga dan tiga helai kelopak bunga yang menggamrkan bulan kelahiran STPI yaitu bulan tiga atau Maret dan meiliki makna antara lain :
      1. Tiga helai daun bunga melati yang sedang mekar menyiratkan bahwa pada awal kelahirannya, STPI mendidik para remaja untuk menjadi penerbang, teknisi penerbangan dan operator/administrator penerbangan
      2. Tiga helai kelopak bunga menyirakan bahwa tugas-tugas STPI meliputi tiga tugas utama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu tuga pendidikan, tugas penelitian dan tuga pengabdian kepada masyarakat
    3. Untaian mata rantai berjumlah sepuluh yang sambung menyambung manjadi satu berbentuk lingkaran yang melingkari kuncup bunga melati menggambarkan tanggal dikeluarkannya Keputusan Presiden berdirinya STPI yaitu tanggal 10 Maret dan memiliki makna bahwa semua kegiatan STPI adalah untuk kesatuan dan persatuan bangsa dan tanah air Indonesia
    4. Dua helai untaian padi yang berisi 43 butir padi (21 di kiri dan 22 di kanan) menggambarkan nomor Keputusan Presiden tentang pendirian STPI yang menyiratkan bahwa STPI mencetak sumber daya manusia guna memperkuat ekonomi bangsa demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia
  3. Sehelai pita bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti mengabdi untuk persatuan
Filosofi Warna
Warna yang digunakan adalah kuning emas yang menyiratkan ketajaman pikiran, keagungan cita-cita, keluhuran budi pekerti dan kecemerlangan pikiran di dalam menapak masa depan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia bidang penerbangan



Akademik

Program diklat yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) adalah program pendidikan profesional, yaitu memberikan kesiapan penerapan keahlian profesional dalam bidang yang berkaitan dengan penerbangan.  Dalam melaksanakan program diklat tersebut, STPI dibawah Departemen Pendidikan Nasional sebagai pembina akademik dan Departemen Perhubungan sebagai pembina teknis fungsional.

KURIKULUM

Penyelenggraan diklat pada STPI dilaksanakan atas dasar kurikulum yang disusun sesuai dengan sasaran program studi, dengan berpedoman pada kurikulum nasional yang diatur oleh Menteri Pendidikan Nasional. STPI menetapkan mata kuliah untuk setiap program studi, yang tersusun atas Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK).
Beban studi Taruna/i setiap program studi ditentukan dengan jumlah kredit. Bobot mata kuliah dalam kegiatan akademik diukur dengan Satuan Kredit Semester (SKS), sedangkan penyelenggaraan perkuliahan didasarkan atas Sistem Kredit Semester (SKS).

PENILAIAN HASIL BELAJAR

Penilaian terhadap kegiatan, kemajuan dan kemampuan Tarun/i  dilakukan secara berkala yang berbentuk ujian, pelaksanaan tugas dan pengamatan oleh Dosen serta Pembimbing Taruna/i.
Pelaksanaan ujian diselenggarakan melalui ujian semester, ujian akhir program studi dan ujian tugas akhir serta ujian akhir program profesional yang dilakukan oleh lembaga di bawah naungan Departemen Perhubungan.

POLA KEHIDUPAN KAMPUS

Setiap peserta diklat yang dilaksanakan di Kampus STPI , selama mengikuti diklatnya akan tinggal di dalam kampus (Asrama). Hal ini dimaksudkan agar setiap peserta diklat dapat mengikuti pola diklat pembentukan mental, fisik dan disiplin serta mudah dalam pengawasan.
Selama tinggal di Asrama, para Taruna/i akan dijaga dan diawasi terus menerus oleh Pembimbing Taruna/i  yang telah ditunjuk oleh Ketua STPI untuk melaksanakan tugas tersebut.

PENYELENGGARAN DIKLAT

Meliputi kegiatan akademik, pembinaan mental dan moral serta pengembangan kreaivitas

Pembinaan Mental
Masa Dasar Pembinaan mental dan Orientasi Matra Dirgantara (MADABINTAL dan ORMATDIRGA) berlangsung selama dua minggu di awal masa  diklat yang berisi kegiatan :
a. Pengenalan Baris Berbaris dan Program Pembinaan Mental
b. Pengenalan lingkungan kampus
c. Pengenalan matra dirgantara
d. Pembekalan tata kehidupan asrama
e. Penjelasan peraturan tata tertib

Pembinan Disiplin
Menggunakan instrumen Peraturan Tata Tertib Taruna/i (PTTT) dengan sistem angka kesalahan. Apabila Taruna/i melakukan kesalahan akan diberi sanksi berupa angka dengan rentangan 1- 100, setelah melaui pentahapan peringatan pertama (angka 25), kedua (angka 50) dan ketiga (angak 95), maka Taruna/i dapat diberhentikan dari pendidikan jika angka kesalahannya mencapai 100 atau lebih.

Pendidikan dan pelatihan
Kegiatan diklat terdiri dari berbagai macam kegiatan tergantung dari program studi yang diikuti, antara lain :
a. Teori dan praktek di Kampus STPI
b. Praktek lapangan pada bandar udara di seluruh wilayah Indonesia, perusahaan penerbangan, perusahaan pengelola bandara atau instansi lainnya
c. Terbang Cross Country bagi penerbang

Pengembangan Kreativitas
Pengembangan kreativitas Taruna/i STPI diarahkan pada kegiatan ekstrakurikuler,antara lain :
a. Marching Band / Drum Band
b. Aeromodeling
c. Olah raga (renang, sepak bola, futsal, volley, basket, bulutangkis)
d. Kesenian (tari, paduan suara, band)

Penerbang


pesawat terbang 1.jpg
Mendidik dan melatih Taruna menjadi Penerbang  berkualifikasi Commercial  Pilot  Licence  (CPL), Multy  Engine  (ME)  dan Instrument  Rating (IR).

Terdiri dari 3 Program Studi :
a. Program Studi Penerbang Sayap Tetap
b. Program Studi Penerbang Sayap Putar
c. Program Studi Flight Operation Officer (FOO)/Operasi Pesawat Udara


Teknik Penerbangan

Image00029.jpg

Mendidik dan melatih calon Teknisi pesawat  udara,  telekomunikasi dan navigasi udara, listrik     dan   mekanikal   bandar   udara   serta   teknisi bangunan dan landasan.
Terdiri dari program studi :
a. Program Studi Teknik Pesawat Udara
b. Program Studi Teknik Telekomunikasi dan  Navigasi Udara
c. Program Studi Teknik Listrik Bandar Udara
d. Program Studi Teknik Mekanikal Bandar Udara
e. Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan

Keselamatan Penerbangan


Menyelenggarakan diklat  dengan tujuan peserta  didik  mempunyai  ketrampilan dan pengetahuan   di bidang  keselamatan penerbangan.

Terdiri dari 4 program studi, yaitu :                         
a. Program Studi Pemanduan Lalu Lintas Udara
b. Program Studi Penerangan Aeronautika 
c. Program Studi Komunikasi Penerbangan
d. Program Studi Pertolongan Kecelakaan  Penerbangan


Manajemen Penerbangan


Menyelenggarakan diklat di bidang operasi dan administrasi penerbangan.

Mempunyai 3 program studi :
a. Program Studi Operasi Bandar Udara
b. Program Studi Administrasi Perhubungan  Udara
c. Program Studi Manajemen Transportasi Udara

Korps Resimen Taruna


Resimen Korps Taruna (MENKORPSTAR) adalah unsur pelaksana kebiajakan Dewan Musyawarah Taruna (DEMUSTAR).

Organisasi taruna ini mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dalam ilmu seni, sosial, budaya dan olah raga.

Fungsi Resimen Korps Taruna adalah sebagai wahana perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dan pengembangan ekstrakurikuler di lingkungan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang bersifat keilmuan, minat, kegemaran, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.

Keanggotaan dan kepengurusan Resimen Korps Taruna :
  1. Keanggotaan Resimen Korps Taruna terdiri atas seluruh Taruna yang terdaftar mengikuti pendidikan dan pelatihan di Sekolah Tinggi          Penerbangan Indonesia
  2. Tata kerja kepengurusan Resimen Korps Taruna ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Korps Taruna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.
  3. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Resimen Korps Taruna ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia
  4. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus  Resimen Korps Taruna bertanggung jawab  kepada Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia melalui Pembantu Ketua III Bidang Ketarunaan

Dewan Musyawarah Taruna


Dewan Musyawarah Taruna (DEMUSTAR) adalah dewan perwakilan Taruna yang mewakili semua Taruna yang disetiap jurusan pendidikan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.

Organisasi Taruna ini mempunyai tugas pokok merencanakan kegiatan organisasi ketarunaan dalam bidang ekstrakurikuler ting Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. dan memberikan pendapat, usul dan saran kepada Ketua STPI terutama yang berkaitan dengan fungsi dan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Fungsi dari organisasi Dewan Musyawarah Taruna adalah :
  1. Perwakilan Taruna untuk menampung dan mengeluarkan aspirasi Taruna dalam lingkungan STPI.
  2. Perencanaan dan penetapan garis-garis besar program kegiatan Taruna
  3. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di STPI
  4. Menyusun rencana pengembangan keterampilan, manajemen dan kepemimpinan
Keanggotaan dan kepengurusan Dewan Musyawarah Taruna :
  1. Keanggotaan Dewan Musyawarah Taruna terdiri atas wakil dari seluruh Taruna di semua jurusan pendidikan
  2. Tata kerja kepengurusan ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Dewan Musyawarah Taruna STPI yang ditetapkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia
  3. Pengurus Dewan Musyawarah Taruna di sahkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia
  4. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, pengurus Dewan Musyawarah Taruna bertanggung jawa kepada Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia melalui Pembantu Ketua III Bidang Ketarunaan

Fasilitas Diklat

KELAS DAN LABORATORIUM
Setiap jurusan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia memiliki fasilitas kelas dan laboratorium masing-masing. Kelas dan laboratorium yang ada merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh Taruna/i di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.

Jurusan Penerbang
Ruang Kelas : 9 ruangan
Laboratorium :
- Radio Telephony
- Aircraft Link Simulator jenis TB-10, Sundowner dan TBM-700

Jurusan Teknik Penerbangan
Ruang Kelas : 13 ruangan
Laboratorium :
- General Workshop
- Sheet Metal Shop
- Gas Turbine Engine Shop
- Aircraft Instrument Shop
- Hydraulic Shop
- Welding Shop
- Electronic Shop
- Digital Shop
- NDB/VOR/DME Shop
- Electrical Machinery Shop
- Electrical Installation Shop
- Air Conditioning Shop
- Electrical Shop
- Physic Shop
- Airport Lighting Shop
- Generator Set Shop
- Computer Shop
- Drawing Shop

Jurusan Keselamatan Penerbangan
Ruang Kelas : 15 ruangan
Laboratorium :
- ATC Simulator
- Junior ATC Laboratory
- Senior ATC Laboratory
- ATC Radar Laboratory
- Kendaraan PKP-PK
- AMSS Laboratory
- Computer Laboratory

Jurusan Manajemen Penerbangan
Ruang Kelas : 5 ruangan
Laboratorium : Laboratorium Komputer

Selain kelas dan laboratorium tiap-tiap jurusan di atas STPI juga memiliki Laboratorium terbuka yaitu Bandara Budiarto sebagai sarana diklat yang mengkondisikan keadaan sesungguhnya dari suatu Bandar udara. Fasilitas lain laboratorium adalah Laboratorium Bahasa dengan kapasitas 30 orang. Rencana pengembangan laboratorium di tahun 2007 ini adalah pengadaan laboratorium untuk jurusan Penerbang dan Teknik Penerbangan berbasis komputer (CBT = Computer Based Training) yang dapat diakses tidak hanya di lingkungan STPI tetapi juga dapat diakses melalui internet.

PESAWAT LATIH
Pesawat latih yang dimiliki oleh Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia terdiri dari jenis :
Single Engine
- SUNDOWNER C-23
- PIPER DAKOTA PA-28
- TOBAGO TB-10
Multi Engine
- BEECHRAFT BARON B-58
- BEECHRAFT BARON B-58P

PERPUSTAKAAN
Perpustakaan STPI Curug di bawah Unit Dokumentasi dan Perpustakaan yang berfungsi mendukung kegiatan belajar, mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat bagi Taruna dan Dosen STPI Curug.
Terletak bersebelahan dengan Asrama Taruna menjadikan kemudahan akses bagi seluruh civitas akademika Kampus Curug untuk mengunjungi Perpustakaan STPI Curug.
Koleksi buku yang ada di perpustakaan ini berjumlah 3199 judul buku dengan jumlah buku sebanyak 5939 eksemplar. Terdiri dari buku literatur berbahasa Indonesia dan berbahasa inggris, majalah, hasil penelitian dan buku-buku pengetahuan umum disamping dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).
Sesuai dengan pekembangan teknolog informasi, saat ini sedang direncanakan untuk melengkapi perpustakaan dengan teknologi audio visual dan perpustakaan digital. Selain itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas Hotspot Area di lingkungan perpustakaan untuk kemudahan akses internet bagi pngunjung perpustakaan.

Fasilitas Penunjang

ASRAMA
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia menyediakan fasilitas Asrama bagi seluruh peserta pendidikan dan pelatihan. Dengan fasilitas ini diharapkan bagi seluruh peserta diklat dapat lebih berkonsentrasi belajar selain lebih mudah juga dalam hal pengawasan.
Asrama Taruna berada di bawah Unit Asrama yang memiliki tugas menyediakan akomodasi, konsumsi dan cucian/binatu bagi Taruna. Asrama taruna STPI Curug dapat menampung 1200 peserta diklat terdiri dari Asrama Curug I Barak Alpha (A) sampai dengan Barak November (N) dan Asrama Curug II Barak Alpha (A) dan Barak Bravo (B).
Setiap asrama dilengkapi dengan fasilitas standar yaitu tempat tidur, lemari dan ruang belajar. Selain itu juga dilengkapi dengan ruang makan Taruna dengan kapasitas 1000 tempat duduk. Fasilitas lain yang disediakan oleh Unit Asrama adalah fasilitas cuci dan seterika, kebersihan lingkungan asrama dan bebarapa kamar yang disediakan untuk peserta diklat eksekutif dengan fasilitas Air Conditioning (AC), Televisi.

RUMAH SAKIT
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia menyediakan fasilitas rumah sakit bagi seluruh civitas akademika Kampus Curug. Pelayanan kesehatan berupa pelayanan dokter umum dan kesehatan gigi.
Rumah sakit berada di bawah Unit Kesehatan yang memiliki tugas melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan perawatan dan kesehatan Taruna dan pegawai serta sanitasi lingkungan.
Rumah sakit STPI Curug dilengkapi dengan fasilitas rawat inap, laboratorium, rontgen ambulance dan pemeriksaan gigi. Jam operasional pelayanan adalah pada jam kerja untuk para pegawai. Khusus untuk para peserta diklat dapat memperoleh layanan kesehatan selama 24 jam dan dibebaskan dari semua biaya pengobatan selama masih ter-cover oleh asuransi keshatan Taruna.

OLAH RAGA DAN SENI
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia menyediakan fasilitas olah dan seni bagi seluruh peserta diklat. Fasilitas dapat dipergunakan diluar waktu jam belajar atau ada permintaan khusus.
Olah raga dan seni di Kampus Curug berada di bawah Unit Olah raga dan Seni yang memiliki tugas menyediakan dan melaksanakan kegiatan olah raga dan seni dalam meningkatkan pengembangan bakat dan kebugaran taruna dan pegawai.
Fasilitas seni yang dimiliki antara lain peralatan Marching band, peralatan musik (band), karaoke dan gedung serba guna yang dapat dipergunakan untuk pertunjukan, serta gedung auditorium yang dapat dipergunakan untuk pemutaran film. Fasilitas olah raga yang dimiliki antara lain peralatan fitness, lapangan sepak bola, bola volley, bola basket, futsal indoor, kolam renang ukuran Olympic. Bagi penggemar aeromodelling dapat memanfaatkan Apron Bandara Budiarto sebagai sarana untuk tempat berlatih.

SARANA IBADAH

Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia memiliki sarana ibadah untuk peserta diklat dan masyarakat di sekitar kampus. Yaitu Masjid dengan kapasitas 1000 jamaah, Gereja dan Pura

 
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar